saya sedang bingung.
Thursday, December 20, 2012
Monday, November 19, 2012
Are We Really a Human?
Knowing things getting worse and worse day by day in gaza,
is really makes me hurt.
But it's more pathetic.
Knowing i'm 20 yo. which is so in productive age,
but all I can do just feel sad?
I always wanna update something like "pray for gaza - save palestine" but knowing the only thing that I can do just 'pray'. It is embarrassing.
in the name of humanity,
-poetry-
Thursday, November 15, 2012
Happy Islamic New Year 1434 H
As time goes by.
We're getting older.
We're grown up with a bunch of sin and pahala.
I still far away from perfection and I know I won't get there.
But I do believe in the end of this journey.
That will be an end of a bunch bitter-sweet on this life.
Let's move. Let's grow up.
And being human being :)
with love,
-poetry-
Saturday, November 3, 2012
Entah
Ajari aku untuk menjadi dia.
agar selalu kau dambakan tanpa harus kurisaukanmu.
Tapi, sesekali..
kau harus belajar menjadi aku
agar kau rasa betapa menyedihkan mendambakanmu
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin.
Tapi aku bukan daun
Aku tidak sebodoh daun
Mungkin aku adalah pohon
Aku adalah alasan hingga kau bisa bernapas sampai saat ini
Aku donatur oksigen terbesar di sistem pernapasan mu.
Tapi apa yang kau lakukan pada pohon ini?
Kau bahkan tak sudi lagi menyempatkan waktu untuk sekadar menyiram akarku.
Untuk melihat keadaanku
adakah kau resah akan gersangku saat ini?
Aku tahu waktu mengubah segalanya.
Tapi bila sempat, coba kau tengok pohon ini sebentar.
Coba kau lihat akarku.
Aku sudah terlalu lelah.
Aku lelah berfotosintesis untukmu
Aku rindu dulu,
saat aku adalah tempatmu mencari oksigen yang utama.
saat aku adalah tempat favoritmu untuk berteduh.
Apa yang terjadi padamu?
Pada kita mungkin?
Apakah kau menjadi seperti orang kebanyakan?
Yang mulai lelah bersahabat dengan pohon
Atau kau mulai menemukan pohon yang baru?
yang lebih rindang dariku
Jangan salahkan aku
Pemanasan global bukanlah keinginanku
mungkin ini klimaks dari segalanya.
titik didih dari segala pengkhianatan
Apakah daun yang jatuh benar-benar tidak membenci angin?
Pernahkah kau memikirkannya?
agar selalu kau dambakan tanpa harus kurisaukanmu.
Tapi, sesekali..
kau harus belajar menjadi aku
agar kau rasa betapa menyedihkan mendambakanmu
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin.
Tapi aku bukan daun
Aku tidak sebodoh daun
Mungkin aku adalah pohon
Aku adalah alasan hingga kau bisa bernapas sampai saat ini
Aku donatur oksigen terbesar di sistem pernapasan mu.
Tapi apa yang kau lakukan pada pohon ini?
Kau bahkan tak sudi lagi menyempatkan waktu untuk sekadar menyiram akarku.
Untuk melihat keadaanku
adakah kau resah akan gersangku saat ini?
Aku tahu waktu mengubah segalanya.
Tapi bila sempat, coba kau tengok pohon ini sebentar.
Coba kau lihat akarku.
Aku sudah terlalu lelah.
Aku lelah berfotosintesis untukmu
Aku rindu dulu,
saat aku adalah tempatmu mencari oksigen yang utama.
saat aku adalah tempat favoritmu untuk berteduh.
Apa yang terjadi padamu?
Pada kita mungkin?
Apakah kau menjadi seperti orang kebanyakan?
Yang mulai lelah bersahabat dengan pohon
Atau kau mulai menemukan pohon yang baru?
yang lebih rindang dariku
Jangan salahkan aku
Pemanasan global bukanlah keinginanku
mungkin ini klimaks dari segalanya.
titik didih dari segala pengkhianatan
Apakah daun yang jatuh benar-benar tidak membenci angin?
Pernahkah kau memikirkannya?
Dwi Putri Nursetyaningsih
Label:
sedang puitis
Wednesday, October 3, 2012
ani-ask-to project
yuhuu, everyone.
misyu!
akhir-akhir ini otak lagi nyaris 'njelimet.
too much to think.
terlalu banyak fokus jadinya semua nyaris blur.
oh ya.
ani suruh sy bikin ini buat ultah boyfie nya.
what do you think?
![]() |
| ini ani |
![]() |
| ini uri |
![]() |
| ini ani dan uri |
how lucky you, uri.
kamu cowok pertama yaa yang sy buatin ilustrasi. *agak ga rela*
longlast guys,
-poetry-
Monday, September 17, 2012
11 September 2012
Happy birthday to me!
1 phonecall, 9 text messages, 58 blackberry messengers, 29 mentions, 22 walls on facebook. Thanks for all of that kind words, people :)
![]() |
| Thank you my dear Cameron :* #selfkeplak |
| hihi thanks @itsnasyamsi :) |
![]() |
| hahahaha they sing this song to me :') |
![]() |
| Birthday girl? yes, I am! |
![]() |
| This made by mas-mas pizza nya. Unyu, isn't it? |
![]() |
| gals :* |
![]() |
| full formation |
![]() |
| cake day! |
and I got so many present. it felt like an elementary again :"
![]() |
| this unyu pillow handmade by @_nisanurul |
![]() |
| this monyet bersayap daun from indro |
![]() |
| this the most wanted antologi rasa from ani and pani :) |
![]() |
| this pop-up monkey doll from dua sejoli kak ian and mimin :) |
you've made my day,
-poetry-
Label:
sehari-hari
Saturday, September 1, 2012
A Late Restu Mutmainnah Marjan's Birthday Post
hey, this is me again.
And I want to share a super happiness at Restu Mutmainnah Marjan's Day.
I can't picture it to words.
So let me give you a real picture.
And I want to share a super happiness at Restu Mutmainnah Marjan's Day.
I can't picture it to words.
So let me give you a real picture.
D'Cost - Excelso - 21 (perahu kertas) - home
![]() |
| tiup lilinnya~ |
![]() |
| kyaaa kyaaaa foto bareng dimas beck!! |
![]() |
| uji kejidatan |
![]() |
| kata emi, ini ilustrasi terbaik yg pernah sy buat ;) |
At last Happy Birthday, re :)
-poetry-
Wednesday, August 22, 2012
Tuesday, August 21, 2012
Touch-Up
I was skeptic with everything about make-up. That's just so not me. But after a long long talk with my aunt and a deep deep riset lately, i realized that we can take a distance forever with make-up. And we do need them. Atleast to touch up. Woman and make-up just like a two sides of coin. hayyaahhh
Deeply in love with eyebrow and eyeliner,
-poetry-
Monday, August 20, 2012
Friday, August 17, 2012
Wednesday, August 15, 2012
Monday, August 13, 2012
A MOON AND A STAR
I'm not change, I just grow up
Jadi saya sedang bercakap dengan salah satu brutus yang agak sinting pada suatu malam. Panjang sekali dan kemana-mana percakapan pada hari itu. Bermula dari sebuah reuni dadakan dan sederhana yang sebenarnya bukan reuni. oh, saya mulai membuat ini sulit dimengerti. yah, pasti anda mengerti (?) memang tidak semua yang saya panggil waktu itu. Tapi tidak semua juga yang saya panggil hadir waktu itu.
Pernah baca kicau kacau? ada part dimana @indraherlambang menggambarkan makna teman dengan sangat pas disitu. Bahwa teman itu sebenarnya lambat laun akan terkikis seiring berjalannya waktu, usia, dan pengalaman. Kita tentu tidak akan jalan di tempat. Everybody's grown. And we will never feel the same. Seiring berubahnya lingkungan, tentu akan bertambah teman yang kita punya. Kita tidak akan pernah punya cukup waktu untuk menghabiskan bahkan untuk semenit saja dengan semua teman TK, SD, SMP, dan SMA kita dalam sehari. Non sense. Itulah kenapa semesta menciptakan sahabat. Orang yang mungkin tidak selalu kita lihat, tapi tidak pernah kemana-mana.
Mempunyai banyak teman itu menyenangkan. Tapi memaksakan diri untuk menunjukkan pada dunia bahwa kita punya banyak teman itu menyedihkan. Apa bedanya dengan akun-akun twitter yang membeli followers? ironis.
Sampai saya pada kesimpulan dari percakapan panjang malam itu.
"losing moon while counting a star"
Terlalu sibuk mengumpulkan bintang sampai kita lupa bahwa kita telah kehilangan bulan.
Semoga tidak terjadi pada saya.
Mengutuhkan kuantitas yang menjadi euphoria semasa SMA memang mungkin sulit. Tapi, saya percaya bahwa keutuhan itu tidak bergantung pada kuantitas. Saya tidak pernah merasa sepi. Saya juga tidak suka mengumbar rindu semu. Saya hanya akan berkata saya rindu ketika memang saya merasa rindu. Bukan untuk menjilat ludah saya.
Anyway, thank's for coming in my breakfasting gathering, guys :)
![]() |
@risqrahmatullah - @emhiii - ani - @irrisman - @duwiips - me -@herianaheriana - mukti |
Saya bahagia. Karena tidak kehilangan bulan itu, dan semoga tidak akan. Terima kasih, karena masih rela untuk membuang waktu dan terlarut dalam percakapan kesana-kemari. Kalian adalah bulan yang sesungguhnya.
I will not losing a moon, but I won't stop counting a star.
Cause I'm not change, I just grow up. :)
the same me,
-poetry-
Sunday, July 29, 2012
Ramadhan Lag
Hari ke-8 Ramadhan
Dan saya Ramadhan Lag.
Cuman saya? atau kalian juga punya pergeseran siklus tidur selama ramadhan?
Sekarang, dari abis tarawih sampai sahur saya jarang ngantuk. Bahkan sering ga tidur sama sekali. Dan setelah subuh langsung cuss tidur dengan murkanya.
Bangun lagi paling sekitar jam 12 siang.
Awalnya sy pikir ramadhan adalah golden moment untuk proses pengurusan. Tapi kalau begini?
Well, semesta memang semacam enggan untuk melihat bobot tubuh ini berkurang (udah diem, bawel!)
Yang saya benci dari insomnia adalah: I never know what I have to do. Nothing but browsing...kepo, socmed-ing...kepo, youtube-ing...kepo, blogwalkin'...kepo, sampai saya ketiduran, mimpi, dan masih.....kepo (di mimpi aja masih kepo)
Pojok Melek |
well, lately i just love watching The Nelwan's Channel on youtube. they have a love-to-hear voices.
cekidoot one of theirs.
Tolong jangan tanya kenapa mesti lagu yang ini..
pojok melek sambil mendengarkan in your armsnya yanaa and ninaa.
-poetry-
Monday, July 23, 2012
Breakfasting with Classmate :)
Label:
sehari-hari
Sunday, July 22, 2012
Wednesday, June 27, 2012
Roller-Coaster
So, I've got a new nickname for you. Again. hahahaha
Hampir 30 menit di samping mu itu sungguh menyenangkan tapi tidak menenangkan.
Bahkan nyaris tanpa percakapan, karena saya terlalu sibuk berpura-pura menjadi nyaman.
Saya suka bagaimana caramu tersenyum kepadaku saat ingin melihat catatanku.
Tapi, saya kecewa saat berbalik dan menemui mu sedang tersenyum kepada orang lain yang melintas di depanmu.
Dengan senyum yang mungkin sama saat kau menengok untuk melihat catatan ku.
Seperti Roller coaster,
Kau membawa rasa ini naik mencapai senang
dan menghempaskannya jatuh menghantam jurang
Seperti Roller coaster,
Saya tidak ingin masuk ke dalam permainan ini,
tapi ketidakmauanku terkalahkan oleh kepenasaranku.
Seperti Roller coaster,
Setiap detik seperti melodi adrenaline yang seakan tidak senang melihat kita tenang.
dan, seperti Roller coaster,
Meski takut, tetap akan kunikmati setiap detiknya..
anyway, enjoy :
Butterflies in My Tummy, Mocca
I have butterflies flying
Around inside my tummy
When i’m with you
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
I hear bellchimes ringing
Blown by wind of spring
When i’m with you
Oh this tingling feeling
Makes me wanna jump
Makes me wanna shout
Across the room
Oh this feeling of longing
But damn it’s so blinding
I just can’t tell
If i feel happy or sad
I heard blue birds
Singing up around the tree
When I’m with you
I see rainbows appearing
Everywhere i go
When i’m with you
Oh this tingling feeling
Makes me wanna sigh
Makes me wanna fly
Across the moon
Oh this feeling of longing
But damn it’s so blinding
I just can’t tell
If i feel happy or sad
I have butterflies flying
Around inside my tummy
When i’m with you
Still butterfly-ing,
-poetry-
Label:
sedang puitis
Tuesday, June 19, 2012
Blaster Coklat
Dan kenapa kau begitu suka menjelma menjadi jajanan? Setelah indomi, sekarang blaster coklat?
Lama tidak bertemu.
Kalau memang tatapan dingin itu adalah bayaran untuk bisa bertemumu.
saya memilih mati membeku dalam matamu.
Karena saya tahu, setelah lelah menjadi dingin ada coklat yang akan kau beri.
Manis.
Percakapan singkat itu mungkin.
Bagaimana caramu mengucapkan 'pacarku' di depan ku.
Bagaimana caramu bermain feeding frenzy di laptopku,
itu adalah perpaduan mint dan coklat yang sempurna.
Biarkan kubawa setiap detik denganmu.
kubawa bersama diriku,
diriku yang rela terbeku dalam tatapan itu.
Sebuah warkop dekat rumah dengan modal izin kerja tugas,
-poetry-
Label:
sedang puitis,
sehari-hari
Saturday, June 9, 2012
A Sweetest Awkwardly Moment
Jadi....perasaan ini semakin aneh, pemirsa.
ingat indomi? oke, cek 2 post sebelumnya.
Dan tadi sore adalah sangat indah bagi saya.
Seandainya kamu tahu bagaimana saya sangat menginginkan kerupuk keong itu.
dan seandainya kamu tahu bagaimana saya sangat suka melihatmu lahap memakannya.
Bahagia memang sepertinya sederhana ya?
lihat kamu kenyang :)
Dan terima kasih untuk kerupuk keong dan teman saya yang banyak bicara itu.
mereka bisa membuat kita saling berbalas senyum lagi setelah beberapa hari kita cukup awkward dan menjaga jarak.
Meskipun saya masih sangat kaku untuk menjadi seperti dulu.
Ah, saya benci menjauh dari kamu.
Tetap jaga dirimu.
ingat indomi? oke, cek 2 post sebelumnya.
Dan tadi sore adalah sangat indah bagi saya.
Seandainya kamu tahu bagaimana saya sangat menginginkan kerupuk keong itu.
dan seandainya kamu tahu bagaimana saya sangat suka melihatmu lahap memakannya.
Bahagia memang sepertinya sederhana ya?
lihat kamu kenyang :)
Dan terima kasih untuk kerupuk keong dan teman saya yang banyak bicara itu.
mereka bisa membuat kita saling berbalas senyum lagi setelah beberapa hari kita cukup awkward dan menjaga jarak.
Meskipun saya masih sangat kaku untuk menjadi seperti dulu.
Ah, saya benci menjauh dari kamu.
Tetap jaga dirimu.
If only I could freeze a moment,
-poetry-
Thursday, June 7, 2012
BRUTUSITUS
Label:
sedang puitis,
sehari-hari
Subscribe to:
Comments (Atom)


























-vert.jpg)
crop-horz.jpg)
.jpg)







.jpg)