Tuesday, June 19, 2012

Blaster Coklat

Dan kenapa kau begitu suka menjelma menjadi jajanan? Setelah indomi, sekarang blaster coklat?


Lama tidak bertemu.
Kalau memang tatapan dingin itu adalah bayaran untuk bisa bertemumu.
saya memilih mati membeku dalam matamu.
Karena saya tahu, setelah lelah menjadi dingin ada coklat yang akan kau beri.
Manis.
Percakapan singkat itu mungkin.

Bagaimana caramu mengucapkan 'pacarku' di depan ku.
Bagaimana caramu bermain feeding frenzy di laptopku,
itu adalah perpaduan mint dan coklat yang sempurna.

Biarkan kubawa setiap detik denganmu.
kubawa bersama diriku,
diriku yang rela terbeku dalam tatapan itu.


Sebuah warkop dekat rumah dengan modal izin kerja tugas,
-poetry-

No comments:

Post a Comment