Monday, August 13, 2012

A MOON AND A STAR

 I'm not change, I just grow up

Jadi saya sedang bercakap dengan salah satu brutus yang agak sinting pada suatu malam. Panjang sekali dan kemana-mana percakapan pada hari itu. Bermula dari sebuah reuni dadakan dan sederhana yang sebenarnya bukan reuni. oh, saya mulai membuat ini sulit dimengerti. yah, pasti anda mengerti (?) memang tidak semua yang saya panggil waktu itu. Tapi tidak semua juga yang saya panggil hadir waktu itu.

Pernah baca kicau kacau? ada part dimana @indraherlambang menggambarkan makna teman dengan sangat pas disitu. Bahwa teman itu sebenarnya lambat laun akan terkikis seiring berjalannya waktu, usia, dan pengalaman. Kita tentu tidak akan jalan di tempat. Everybody's grown. And we will never feel the same. Seiring berubahnya lingkungan, tentu akan bertambah teman yang kita punya. Kita tidak akan pernah punya cukup waktu untuk menghabiskan bahkan untuk semenit saja dengan semua teman TK, SD, SMP, dan SMA kita dalam sehari. Non sense. Itulah kenapa semesta menciptakan sahabat. Orang yang mungkin tidak selalu kita lihat, tapi tidak pernah kemana-mana.

Mempunyai banyak teman itu menyenangkan. Tapi memaksakan diri untuk menunjukkan pada dunia bahwa kita punya banyak teman itu menyedihkan. Apa bedanya dengan akun-akun twitter yang membeli followers? ironis. 

Sampai saya pada kesimpulan dari percakapan panjang malam itu.
"losing moon while counting a star"
Terlalu sibuk mengumpulkan bintang sampai kita lupa bahwa kita telah kehilangan bulan.
Semoga tidak terjadi pada saya.

Mengutuhkan kuantitas yang menjadi euphoria semasa SMA memang mungkin sulit. Tapi, saya percaya bahwa keutuhan itu tidak bergantung pada kuantitas. Saya tidak pernah merasa sepi. Saya juga tidak suka mengumbar rindu semu. Saya hanya akan berkata saya rindu ketika memang saya merasa rindu. Bukan untuk menjilat ludah saya.


Anyway, thank's for coming in my breakfasting gathering, guys :)

@risqrahmatullah - @emhiii - ani - @irrisman - @duwiips - me -@herianaheriana - mukti

Saya bahagia. Karena tidak kehilangan bulan itu, dan semoga tidak akan. Terima kasih, karena masih rela untuk membuang waktu dan terlarut dalam percakapan kesana-kemari. Kalian adalah bulan yang sesungguhnya. 

I will not losing a moon, but I won't stop counting a star.
Cause I'm not change, I just grow up. :)

the same me,
-poetry-

2 comments:

  1. i hate semua my foto that time -__- very gendutka.
    ehh headermu ternyata amat sangat baru. lucuuuuuk

    ReplyDelete