Friday, December 16, 2011

ENTERTAINING BUT EDUCATING :)

Kalau saja bangsa ini tahu ber-empati, maka semuanya akan lebih indah...

Berawal dari ngeliat salah satu teman di twitter yang ngeRT tweet tentang Olga yang katanya belum juga minta maaf atas becandaannya di ultah Transcorp semalam, akhirnya saya iseng buka hashtag #RapeIsNotForJoke. Oke, meskipun ga nonton, tapi yang saya tangkep adalah Olga becandain hal yang ga lucu tentang pemerkosaan. Kata adek saya yang nonton, si Olga memang sempat ngomong kayak gini : Saya mati karena diperkosa di angkot.
Sementara faktanya kasus pemerkosaan di angkot lagi marak tejadi.
What do you think guys?
Saya sih udah mati rasa kali ya.
Jujur saya adalah orang yang sangat menyukai becanda tapi sangat benci dengan becandaan yang kelewatan. Ada berapa kali saya bermasalah sama teman saya sendiri hanya karena masalah ini. Yak, saya punya batasan dalam becandaan. Bukan berarti karena kita pelawak kita bisa becandain segala hal kan?
Guru emang tugasnya ngajar, tapi apa masih benar kalo gurunya ngajar siswa gimana cara ngerampok? ga kan? Well, saya cuman mencoba menganalogikan nya.
Hashtag #RapeIsNotForJoke sendiri agak telat menurut saya. Kenapa disaat saya udah mati rasa sama hal-hal kayak gini?
Ada yang nyadar ga sih kalo per-bully-an di Indonesia ini mau ga mau juga dipengaruhi dari tayangan-tayangan komedi kita.
Ga bermaksud menyudutkan salah satu atau salah seorang sama sekali.

Frankly, saya suka banget nonton acara ini. lucu sih..


Tapi ketika the show turns into this..


saya langsung masuk kamar atau ganti channel lain. malas ngeliat orang disiksa. dibully. Yang buat saya heran, ini tetap dilakukan karena ini mendongkrak rating. Seriously guys, What the hell are you thinking about? Lucu ya ngeliat orang dilempar sana sini? dijorok-jorokin? Well, emang sih cari uang susah tapi dimana hak asasi manusia yang kita agung-agungkan? I do believe, many of you will say this is little bit overreacting. terserah kalian mau bilang apa. Saya bakal tetap dengan idealisme ini. 

Saya bahkan bukan sama sekali tipe orang yang suka menjadikan kekurangan seseorang itu lelucon. Tapi bukan berarti saya ga sarkasme. Becandain orang yang bibirnya monyong dengan orang yang pake lipstik ketebalan itu beda loh ya. Yah, kalian ngerti lah maksud saya apa. 
Dan kenapa ketika hashtag #RapeIsNotForFun ini lagi rame saya malah mati rasa? karena ini belum seberapa. Ini masih contoh kecil bobrok nya rasa empati di negeri kita. That's why we need Stand Up Comedy. Karena akhir-ahir ini, sepertinya kita lupa. We forget how to entertainining and educating at the same time. 
Remember guys, seberapa bebasnya kita, kita bakal tetap punya batasan untuk semua hal. Kalo ga mau dibatasi, ga usah punya agama, ga usah punya budaya. Silakan jadi Tuhan untuk dirimu sendiri :)

karena rasa kemanusiaan kita yang membuat kita beda dari binatang,
-poetry-

No comments:

Post a Comment