Friday, December 30, 2011

PASSION OF ILLUSTRATION

Well, it is'nt about what is your target. 
It is about how do you start it.

Have a really really bad day lately.
Mood bener-bener ga biasa diajak kompromi.
semacam fake smile all the time lah.

well, you know what can turns your damn mood to a better one? Passion guys!
so, kemarin sy iseng-iseng youtubing tutorial "how to make illustration"
And I made this...


which, adopted from this pic..


I know it's bad. Alis gede sebelah. mata beda bentuk.
But, I'm a beginner :)
Atleast, I am trying. Even it's to late. hahahaha.
I just learn how to make an illustration on ma going-to-20 age. lol
which I really wanna know about it since I'm on Senior High School.
Well, it's not about what is your target. It is about how do you start it.

And after learn from mistakes *tsah
I make another one.
This time, I make the detail of the lip. Meskipun jatohnya kayak bibirnya tante-tante girang.


Yah, better than before lah yaw.
Well, I am gonna make the others next time.
I will learn how to tracing and coloring a complex stripes, how to make a gradation color, and also how to clearing eyes area.

If anyone of you know it, please let me know :)

trying is believing,
-poetry-

Monday, December 26, 2011

Thursday, December 22, 2011

Merasakan Untuk Menunjukkan

I love you, Mom. This in an unconditional love
Setiap napas ini adalah karenamu dan karenaMu.

Orang-orang bilang hari ini adalah hari ibu. Orang-orang bilang hari ini adalah hari untuk menunjukkan kasih sayang kita kepada ibu. But for me, everyday is yours, mom :)
Setiap nafas ini adalah karenamu dan karenaMu. How can I live without you?

Berbicara tentang orang tua adalah hal yang sangat mengaktifkan kelenjar air mata bagi siapapun. preman sangar sekalipun. Ini mungkin mengapa ada satu hari spesial untuk ibu. Bukan karena di hari biasa kita tidak menyayangi ibu. bukan karena di hari biasa kita tidak menghormati ibu. Tapi mungkin hanya agar di hari ini kita bisa menujukkan rasa kasih kepada ibu. Ingat menunjukkan dan merasakan adalah dua hal yang berbeda loh :)

Saya sendiri adalah orang yang sangat sulit untuk menujukkan rasa sayang. Menurut saya, semakin kita sering mengumbar "aku sayang kamu" maka akan semakin murah rasa sayang itu. Tapi coba deh kalo setiap hari orang bertingkah laku seperti pada hari ibu. Pasang dp bbm sama ibu, pm, tweet, status facebook mendadak menjadi unyu seketika. bukankah dunia akan menjadi lebih menjijikkan? Jadi bersyukurlah karena pendahulu membuat 22 desember menjadi hari unyu nasional. 

Satu hal lagi yang saya suka dari 22 Desember adalah atmosfer kehangatannya. Bukankah ini menyenangkan melihat semua anak memamerkan idola mereka dengan bangganya? tak peduli siapapun dia. entah guru, penjual jamu, cleaning service, bahkan menteri sekalipun? Bukan justin bieber atau siapapun? Ini menyenangkan mengidolakan seseorang tanpa harus membaginya dengan siapapun. Semoga saja mereka-mereka yang hari ini menyanjung-nyanjung malaikat tak bersayapnya di social media adalah bukan mereka yang pada hari biasa mengeluhkan omelannya di social media. Dan juga semoga mereka yang kebetulan tidak punya waktu lama bersama malaikatnya karena Tuhan menghendakinya, diberikan kekuatan yang lebih untuk menghadapi hari ini. Pasti hari ini akan terasa lebih berat dari hari biasa bagi mereka. But who knows? saya cuma mencoba untuk ber-empati :)

Setiap orang pasti punya skenarionya masing-masing dengan Ibunya. Setiap orang punya alasan masing-masing untuk mencintai Ibunya. Dan setiap orang pasti punya cara masing-masing untuk menyayangi Ibunya.
maka ijinkan saya, sebelum hari ini berakhir, karena saya tidak akan mudah untuk seperti ini di hari biasanya.
Ijinkan saya untuk memamerkan pahlawan saya, teman saya, malaikat saya, yang tak jarang menjadi musuh saya yang biasa saya panggil Mama kepada kalian. Seperti yang kalian lakukan juga kan? so, let me..

I can't even remember that time. but into somehow, I feel warm when I see this pic

Namanya Nurbaya Sayuti. dan yang digendongannya itu adalah Mariana Renata. Oke, fokus put! yak, itu saya. Buat yang selalu bertanya-tanya kapan saya kecilnya? ya, itu. di foto itu.
19 tahun saya hidup bersama dia. Sempat jauh ketika saya harus tinggal bersama eyang dan tante karena lokasi SD yang sangat jauh dari rumah. Saya sempat sedikit kehilangan sosok mama waktu itu. dan sempat menganggap bahwa tante yang saat itu selalu menidurkan saya adalah mamaku. Sekarang saya merasa berdosa sempat membanding-bandingkannya dengan orang lain. Tumbuh tanpa kasih sayang langsung dari orang tua mungkin yang membuat saya tidak seperti dua saudara lainnya. Saya merasa saya anak kedua yang paling manja. Paling berantakan. Paling egois. Sangat berbeda dengan dua orang saudara saya. Sempat berpikir bahwa mama malu punya anak seperti saya makanya saya dibuang ke eyang. Sekarang saya baru tau kalo semua itu demi kebaikan saya juga. Dulu waktu SD, mama jarang sekali mengambilkan raport saya. Selalu iri setiap melihat teman-teman lain datang dengan mamanya. Sayang-sayangan dengan mamanya. Bahkan mereka pun yang dengan nilai pas-pasan tetap mendapat kecup manis dari mamanya. Sementara saya, dengan nilai yang tidak mengecewakan ini terima raport tanpa mama. Tanpa kecupan bangga dari mama. Besar sedikit, saya baru tau, mama juga ternyata bekerja sebagai wali kelas di tempatnya ngajar. Bagaimana bisa dia meninggalkan kewajibannya? Sementara apa yang dia lakukan itu demi saya juga. Mama memang pekerja keras. Tidak pernah bisa tinggal diam. Selama dia sempat, dia pasti akan bekerja. Semua demi menyekolahkan anak-anaknya di tempat yang bagus. Pendidikan adalah nomer satu bagi mama dan bapak pastinya. Saya ingat satu kejadian. Ini ketika SD. Saya sempat membuat kesalahan yang saya lupa apa yang pasti saya menangis keras sekali waktu itu. Mama datang mendekati saya. Bukan menenangkan, tapi dia malah memukul saya dengan keras juga. Sambil ngomong "Berhenti menangis! mama nda suka punya anak jabe(manja)!" Dia tidak berhenti memukul sambil melotot sampai saya benar-benar berhenti menangis. Sekarang saya mengerti, mama bukan jahat. Tapi itu cara dia menyayangi saya. Waktu kecil menangis itu mengeluh. Dan tidak baik kalau dibiasakan sampai dewasa. Sampai pernah pada saat SMA, saya waktu itu pulang cepat karena ada masalah di sekolah. Sampai rumah saya menangis di bantal. Mama masuk kamar, mata saya yang bengkaknya ga manusiawi sempat berpapasan dengan matanya. Mama cuma menatap kosong sambil kembali menutup pintu kamar saya. Orang lain mungkin akan bilang itu cuek. Tapi menurut saya, anaknya. itu adalah cara dia menyayangi saya. Itu bentuk kepercayaannya bahwa apapun yang sedang saya hadapi, dia percaya saya bisa menyelesaikannya sendiri. Dan memang perlakuan itu yang saya harapkan. Ini kenapa saya bilang cinta ke mama itu adalah cinta yang tidak bersyarat. bagaimanapun menjengkelkan mama kalian, pasti kalian tak akan bisa lalui semua tanpa dia. Disaat semua orang datang dan pergi, bahkan sahabat sejati yang sempat saya kira tak akan pernah 'pergi' ternyata bisa juga 'pergi'. Disaat itu, cuma mama yang selalu ada. Tidak butuh kata-kata manis. Mama ada saja, itu sudah membuat nyaman sekali.
Bahkan disaat tiba masanya kita yang pergi untuk meninggalkan mama, mengejar cita-cita kita, mama tak akan pernah keman-mana. Mama selalu disana, di tempatnya seharusnya. Menunggu kalian dengan senyuman dan mungkin tangis yang tak pernah terlihat dan terucap.
Disaat seluruh dunia berkata kamu tidak mungkin, mama selalu ada disana. menunggu semua itu menjadi mungkin dengan sabar. Karena dia percaya kita bisa melakukannya :)
Menangis saat mengingat Ibu yang bahkan tidak pernah kemana-mana itu bukan berlebihan. Itu bukti bahwa kita tahu diri.
Bukti kalau mama tidak pernah kemana-mana.


Tidak ada yang lebih menyentuh selain kisah ibu dan anak. Bahkan Titanic dan Kal Hoo Na Hoo pun tidak ada apa-apanya.

anak kedua dari Nurbaya Sayuti,
-poetry-



Sunday, December 18, 2011

DAMN DEADLINE.


Lord, I don't wanna seem so weak.
Just give me a strength to through it all.
No, not because I can't be tough anymore..
Just because I almost doing this without heart anymore..
almost.. so near..
and please don't bring me to there..
I do still believe in me..
maybe...

nothing wrong to pray in cyber, as long as you don't pray to cyber.
-poetry-

Friday, December 16, 2011

ENTERTAINING BUT EDUCATING :)

Kalau saja bangsa ini tahu ber-empati, maka semuanya akan lebih indah...

Berawal dari ngeliat salah satu teman di twitter yang ngeRT tweet tentang Olga yang katanya belum juga minta maaf atas becandaannya di ultah Transcorp semalam, akhirnya saya iseng buka hashtag #RapeIsNotForJoke. Oke, meskipun ga nonton, tapi yang saya tangkep adalah Olga becandain hal yang ga lucu tentang pemerkosaan. Kata adek saya yang nonton, si Olga memang sempat ngomong kayak gini : Saya mati karena diperkosa di angkot.
Sementara faktanya kasus pemerkosaan di angkot lagi marak tejadi.
What do you think guys?
Saya sih udah mati rasa kali ya.
Jujur saya adalah orang yang sangat menyukai becanda tapi sangat benci dengan becandaan yang kelewatan. Ada berapa kali saya bermasalah sama teman saya sendiri hanya karena masalah ini. Yak, saya punya batasan dalam becandaan. Bukan berarti karena kita pelawak kita bisa becandain segala hal kan?
Guru emang tugasnya ngajar, tapi apa masih benar kalo gurunya ngajar siswa gimana cara ngerampok? ga kan? Well, saya cuman mencoba menganalogikan nya.
Hashtag #RapeIsNotForJoke sendiri agak telat menurut saya. Kenapa disaat saya udah mati rasa sama hal-hal kayak gini?
Ada yang nyadar ga sih kalo per-bully-an di Indonesia ini mau ga mau juga dipengaruhi dari tayangan-tayangan komedi kita.
Ga bermaksud menyudutkan salah satu atau salah seorang sama sekali.

Frankly, saya suka banget nonton acara ini. lucu sih..


Tapi ketika the show turns into this..


saya langsung masuk kamar atau ganti channel lain. malas ngeliat orang disiksa. dibully. Yang buat saya heran, ini tetap dilakukan karena ini mendongkrak rating. Seriously guys, What the hell are you thinking about? Lucu ya ngeliat orang dilempar sana sini? dijorok-jorokin? Well, emang sih cari uang susah tapi dimana hak asasi manusia yang kita agung-agungkan? I do believe, many of you will say this is little bit overreacting. terserah kalian mau bilang apa. Saya bakal tetap dengan idealisme ini. 

Saya bahkan bukan sama sekali tipe orang yang suka menjadikan kekurangan seseorang itu lelucon. Tapi bukan berarti saya ga sarkasme. Becandain orang yang bibirnya monyong dengan orang yang pake lipstik ketebalan itu beda loh ya. Yah, kalian ngerti lah maksud saya apa. 
Dan kenapa ketika hashtag #RapeIsNotForFun ini lagi rame saya malah mati rasa? karena ini belum seberapa. Ini masih contoh kecil bobrok nya rasa empati di negeri kita. That's why we need Stand Up Comedy. Karena akhir-ahir ini, sepertinya kita lupa. We forget how to entertainining and educating at the same time. 
Remember guys, seberapa bebasnya kita, kita bakal tetap punya batasan untuk semua hal. Kalo ga mau dibatasi, ga usah punya agama, ga usah punya budaya. Silakan jadi Tuhan untuk dirimu sendiri :)

karena rasa kemanusiaan kita yang membuat kita beda dari binatang,
-poetry-

Friday, December 2, 2011

Sebuah Postingan karena kangen.

bisa saya teriak kangen disini?
KANGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNN!!!!
"kangen sama siapaaaa?"
Ya, kangen sama kamulah blog ku sayaaang :*

Saya bahkan ga ngerti mau mulai darimana, terlalu banyak cerita yang terlewatkan.
oke, beberapa hari yang lalu rumah saya kena puting beliung (mungkin).
Ga ngerti lah itu masuk kategori puting beliung apa enggak.
Yang saya tau, pas waktu kejadian itu saya kira semua bakal kiamat. Pas ngeliat kaca, seng tetangga beterbangan aja gitu dengan sekonyong-konyongnya.
serius yah tiba-tiba adegan dosa-dosa saya terputar slow motion di benak saya. Astaga.
to make it short, kejadian itu menyebabkan putusnya kabel telpon rumah saya. Yang secara otomatis menyebabkan tidak bekerjanya wifi saya. Hidup tanpa wifi itu hampa sekali ya teman-teman? Di rumah jadi mati gaya banget. bzzz. Dan titik terabsurd nya saya jadi tunawifi gitu. Yang kesibukan banget kemana-mana mencari sesuap wifi. hiks. Dan sekarang saya lagi di McD as always, numpang ngewifi.
Saya ada tugas translate yang mesti pake google translate.

Sebelum dari sini saya kejebak aksi hari AIDS sedunia. Kamvret! saya bener-bener kejebak. Saya ada di barisan pawai yang sebelumnya jadi bahan sumpah serapah bapak saya kalo dijalan. Tapi segimana-gimananya, saya ga bakal ngelupain kejadian tadi. Benar-benar unforgettable. Ga tau mau miris apa ketawa kalo inget kejadian tadi.

Udah ah, udah kebanyakan cuap-cuap. At last, Selamat mmperingati Hari AIDS sedunia kawan-kawan. Spread peace. Dan stop diskriminasi terhadap ODHA. o:)

spesial buat yang kangen sama eike :*


What an absurd day,
-poetry-