I love you, Mom. This in an unconditional love
Setiap napas ini adalah karenamu dan karenaMu.
Orang-orang bilang hari ini adalah hari ibu. Orang-orang bilang hari ini adalah hari untuk menunjukkan kasih sayang kita kepada ibu. But for me, everyday is yours, mom :)
Setiap nafas ini adalah karenamu dan karenaMu. How can I live without you?
Berbicara tentang orang tua adalah hal yang sangat mengaktifkan kelenjar air mata bagi siapapun. preman sangar sekalipun. Ini mungkin mengapa ada satu hari spesial untuk ibu. Bukan karena di hari biasa kita tidak menyayangi ibu. bukan karena di hari biasa kita tidak menghormati ibu. Tapi mungkin hanya agar di hari ini kita bisa menujukkan rasa kasih kepada ibu. Ingat menunjukkan dan merasakan adalah dua hal yang berbeda loh :)
Saya sendiri adalah orang yang sangat sulit untuk menujukkan rasa sayang. Menurut saya, semakin kita sering mengumbar "aku sayang kamu" maka akan semakin murah rasa sayang itu. Tapi coba deh kalo setiap hari orang bertingkah laku seperti pada hari ibu. Pasang dp bbm sama ibu, pm, tweet, status facebook mendadak menjadi unyu seketika. bukankah dunia akan menjadi lebih menjijikkan? Jadi bersyukurlah karena pendahulu membuat 22 desember menjadi hari unyu nasional.
Satu hal lagi yang saya suka dari 22 Desember adalah atmosfer kehangatannya. Bukankah ini menyenangkan melihat semua anak memamerkan idola mereka dengan bangganya? tak peduli siapapun dia. entah guru, penjual jamu, cleaning service, bahkan menteri sekalipun? Bukan justin bieber atau siapapun? Ini menyenangkan mengidolakan seseorang tanpa harus membaginya dengan siapapun. Semoga saja mereka-mereka yang hari ini menyanjung-nyanjung malaikat tak bersayapnya di social media adalah bukan mereka yang pada hari biasa mengeluhkan omelannya di social media. Dan juga semoga mereka yang kebetulan tidak punya waktu lama bersama malaikatnya karena Tuhan menghendakinya, diberikan kekuatan yang lebih untuk menghadapi hari ini. Pasti hari ini akan terasa lebih berat dari hari biasa bagi mereka. But who knows? saya cuma mencoba untuk ber-empati :)
Setiap orang pasti punya skenarionya masing-masing dengan Ibunya. Setiap orang punya alasan masing-masing untuk mencintai Ibunya. Dan setiap orang pasti punya cara masing-masing untuk menyayangi Ibunya.
maka ijinkan saya, sebelum hari ini berakhir, karena saya tidak akan mudah untuk seperti ini di hari biasanya.
Ijinkan saya untuk memamerkan pahlawan saya, teman saya, malaikat saya, yang tak jarang menjadi musuh saya yang biasa saya panggil Mama kepada kalian. Seperti yang kalian lakukan juga kan? so, let me..
 |
| I can't even remember that time. but into somehow, I feel warm when I see this pic |
Namanya Nurbaya Sayuti. dan yang digendongannya itu adalah Mariana Renata. Oke, fokus put! yak, itu saya. Buat yang selalu bertanya-tanya kapan saya kecilnya? ya, itu. di foto itu.
19 tahun saya hidup bersama dia. Sempat jauh ketika saya harus tinggal bersama eyang dan tante karena lokasi SD yang sangat jauh dari rumah. Saya sempat sedikit kehilangan sosok mama waktu itu. dan sempat menganggap bahwa tante yang saat itu selalu menidurkan saya adalah mamaku. Sekarang saya merasa berdosa sempat membanding-bandingkannya dengan orang lain. Tumbuh tanpa kasih sayang langsung dari orang tua mungkin yang membuat saya tidak seperti dua saudara lainnya. Saya merasa saya anak kedua yang paling manja. Paling berantakan. Paling egois. Sangat berbeda dengan dua orang saudara saya. Sempat berpikir bahwa mama malu punya anak seperti saya makanya saya dibuang ke eyang. Sekarang saya baru tau kalo semua itu demi kebaikan saya juga. Dulu waktu SD, mama jarang sekali mengambilkan raport saya. Selalu iri setiap melihat teman-teman lain datang dengan mamanya. Sayang-sayangan dengan mamanya. Bahkan mereka pun yang dengan nilai pas-pasan tetap mendapat kecup manis dari mamanya. Sementara saya, dengan nilai yang tidak mengecewakan ini terima raport tanpa mama. Tanpa kecupan bangga dari mama. Besar sedikit, saya baru tau, mama juga ternyata bekerja sebagai wali kelas di tempatnya ngajar. Bagaimana bisa dia meninggalkan kewajibannya? Sementara apa yang dia lakukan itu demi saya juga. Mama memang pekerja keras. Tidak pernah bisa tinggal diam. Selama dia sempat, dia pasti akan bekerja. Semua demi menyekolahkan anak-anaknya di tempat yang bagus. Pendidikan adalah nomer satu bagi mama dan bapak pastinya. Saya ingat satu kejadian. Ini ketika SD. Saya sempat membuat kesalahan yang saya lupa apa yang pasti saya menangis keras sekali waktu itu. Mama datang mendekati saya. Bukan menenangkan, tapi dia malah memukul saya dengan keras juga. Sambil ngomong "Berhenti menangis! mama nda suka punya anak jabe(manja)!" Dia tidak berhenti memukul sambil melotot sampai saya benar-benar berhenti menangis. Sekarang saya mengerti, mama bukan jahat. Tapi itu cara dia menyayangi saya. Waktu kecil menangis itu mengeluh. Dan tidak baik kalau dibiasakan sampai dewasa. Sampai pernah pada saat SMA, saya waktu itu pulang cepat karena ada masalah di sekolah. Sampai rumah saya menangis di bantal. Mama masuk kamar, mata saya yang bengkaknya ga manusiawi sempat berpapasan dengan matanya. Mama cuma menatap kosong sambil kembali menutup pintu kamar saya. Orang lain mungkin akan bilang itu cuek. Tapi menurut saya, anaknya. itu adalah cara dia menyayangi saya. Itu bentuk kepercayaannya bahwa apapun yang sedang saya hadapi, dia percaya saya bisa menyelesaikannya sendiri. Dan memang perlakuan itu yang saya harapkan. Ini kenapa saya bilang cinta ke mama itu adalah cinta yang tidak bersyarat. bagaimanapun menjengkelkan mama kalian, pasti kalian tak akan bisa lalui semua tanpa dia. Disaat semua orang datang dan pergi, bahkan sahabat sejati yang sempat saya kira tak akan pernah 'pergi' ternyata bisa juga 'pergi'. Disaat itu, cuma mama yang selalu ada. Tidak butuh kata-kata manis. Mama ada saja, itu sudah membuat nyaman sekali.
Bahkan disaat tiba masanya kita yang pergi untuk meninggalkan mama, mengejar cita-cita kita, mama tak akan pernah keman-mana. Mama selalu disana, di tempatnya seharusnya. Menunggu kalian dengan senyuman dan mungkin tangis yang tak pernah terlihat dan terucap.
Disaat seluruh dunia berkata kamu tidak mungkin, mama selalu ada disana. menunggu semua itu menjadi mungkin dengan sabar. Karena dia percaya kita bisa melakukannya :)
Menangis saat mengingat Ibu yang bahkan tidak pernah kemana-mana itu bukan berlebihan. Itu bukti bahwa kita tahu diri.
 |
| Bukti kalau mama tidak pernah kemana-mana. |
Tidak ada yang lebih menyentuh selain kisah ibu dan anak. Bahkan Titanic dan Kal Hoo Na Hoo pun tidak ada apa-apanya.
anak kedua dari Nurbaya Sayuti,
-poetry-