hari gini sy masih dapat tugas karangan? berasa kelas 4 SD.
jadi gini loh. dosen bahasa indonesia sy kasih tugas mengarang minimal 1 halaman tentang masa lalu.
sa coba share disini ya.
dibaca ga dibaca. terserah.
blog sy ini kok.
Masa lalu. Setiap orang pasti mempunyainya. Yang membuat beda adalah cara kita menanggapi masa lalu itu. Ada orang yang tidak ingin mengingat-ingat masa lalunya, mungkin karena terlalu pahit. Ada juga orang yang bahkan sepanjang hidupnya hanya dipenuhi oleh ingatan tentang masa lalu, yang malah membuatnya terjebak ke dalam itu hingga melupakan masih ada masa kini dan masa depan yang telah tanpa sadar ia habiskan sia-sia. Masa lalu juga bisa membuat perubahan pada masa depan. Oke, cukup. Saya menulis bukan untuk mendefinisikan masa lalu, tapi untuk menceritakan masa lalu saya yang menarik. Menurut dosen psikologi saya, masa lalu adalah sebelum hari ini. Kalau begitu, banyak sekali yang terjadi pada masa lalu saya.
11 September 1992, Jumat itu sungguh tenang, kemudian terpecah oleh tangisan seorang bayi mungil, yang baru saja membuat persetujuan sangat berat dengan Sang Khalik. Ya, banyak orang minta diberi hidup lama di dunia, tapi sungguh, sampai sekarang pun ku yakin, hidup itu amanah, ingin rasanya tetap di SurgaNya, bersama para bidadari, menjadi malaikat mungkin. Itulah hidup, amanah dan belajar, dan Insya Allah, saya siap untuk itu.
Tahun demi tahun pun berganti, ternyata gadis mungil itu kini tumbuh sangat subur, sampai sekarang pun saya bertanya-tanya, apa gerangan yang membuat ku tumbuh sangat subur? Apa gizi yang diberi padaku begitu baik? Ya, kini gadis itu sudah bisa berlarian di halaman rumah, sudah bisa mengeja A - B - C, sudah bisa membedakan warna pelangi, tentu saja, itu semua diajar di TK ku, TK Teratai. Gadis ini sangat pendiam, pemalu? Belum tentu! Sampai sekarang saya belum pernah menerima predikat itu, karena saya merasa tidak pemalu sama sekali, setiap orang kan punya hak untuk menentukan bagaimana mereka bersikap dan saya memilih untuk bersikap seperti ini. Setahun di TK cukup membuatku puas, dan cukup membuatku kompeten untuk mengeyam pendidikan di bangku SD, SDN Kompleks IKIP Makassar, disinilah lanjutan sekolah formalku diuji. Awal dari ku mengerti teman sebenarnya. Lagi, saya tumbuh jadi gadis tenang, tidak sebising kakakku yang dulu juga bersekolah di SD ini. Banyak yang bilang kami beda, ya, kami memang beda.Dan saya bangga dengan apa yang saya miliki, selama itu masih baik-baik di mataNya. Enam tahun di bangku SD, ada banyak pengalaman, berkenalan dengan teman-teman yang seru, dan juiga mengenal apa yang dibilang orang-orang cinta monyet, itu semua pelajaran menurutku.
Sampailah ketika aku masuk di bangku SMP. Lagi, saya mendapat kesempatan bersekolah di salah satu SMP Negeri yang cukup terkenal di Makassar, tapi tidak pernah mendapat pengakuan dari kakakku yang tadinya juga bersekolah disini. Pertama masuk, saya langsung duduk di kelas berindeks ‘A’. Katanya sih, itu kelasnya orang-orang pintar, artinya saya termasuk anak yang pintar dong, Alhamdulillah. Disini saya bertemu, lagi, dengan mereka yang kemudian ternyata tak disangka-sangka akan mengisi hidup ini dan menempati salah satu partisi khusus dalam hati yang kemudian tak tergantikan ; sahabat. Semoga akan selalu bersama, walau kelak setiap orang tentu punya jalannya masing-masing. Masa SMP saya menyenangkan. Sangat mungkin.
 |
| this is my classmate. ya ampun gayanya. waktu itu ini keren loh. |
 |
| anyone recognize me? haha. |
 |
| I met my blodchiz on junior high school |
Lalu, tibalah saat melangkahkan kaki pertama kali dalam tangga tertinggi pendidikan resmi, SMA, saya melangkah ; mencoba belajar berjalan dengan baik ; di SMA Negeri 17 Makassar. Tiga tahun, cepat, tapi lama. SMA 17 penuh kejutan. Penuh hal yang bahkan tak bisa dilukiskan dengan deretan aksara. Inilah tombak terbesar dalam kehidupan saya selama ini. Tempat ini betul-betul hebat. Disini saya belajar tentang sesuatu yang lebih besar dari hukum Archimedes;kehidupan. Saya belajar bagaimana tanggung jawab, saya belajar bagaimana menjadi individu yang baik, saya belajar arti kebersamaan. Di tempat ini juga saya bertemu 36 orang ajaib yang kemudian saya sebut dengan saudara. Ya, saya memang mengenal mereka pada masa lalu. Tapi buat saya mereka adalah selamanya. Kita selalu berjanji untuk tetap menjaga ikatan ini. Bagaimana pun banyak hal telah kita lewati bersama. Mulai dari tertawa hingga tak dapat mengeluarkan suara sampai dijemur dibawah terik matahari selama berjam-jam. Dan mungkin rasanya akan lain bila bukan mereka dan semua momen saat bersama mereka adalah momen yang tak bisa dibeli. Saya percaya bahwa kebersamaan justru timbul disaat kita sedang rapuh.
 |
| with bidang 8 OSIS MPK (Sastra dan Budaya) |
 |
| see the differences? well, it's not a big deal for us! |
 |
| Blodchiz on Senior High School |
 |
| with ANGKATAN 16 on our Gorgeus Prom Nite. |
 |
| I've told u many times obout this. Haruskah sy mengulanginya? |
Tapi,satu yang pasti, sekarang saya di sini, Universitas Islam Negeri. Dan saya sadar, saya harus berbuat sesuatu, akan ada sejarah keren dalam catatan kaki ini, saya akan tetap memaknai segala hal, karena tanpa sadar, ternyata kita tengah menoreh sebuah kenangan, whenever and wherever it is. Itulah cerita tentang masa lalu saya. Saya tidak memilih untuk menceritakan suatu momen khusus. Karena menurut saya, hal paling menarik dalam hidup ini adalah ketika kita dapat mempelajari sesuatu yang baru. Bagaimanapun, hidup adalah belajar.
Yang sedang larut dalam ingatan masa lalunya,
Dwi Putri Nursetyaningsih
p.s : waktu ngumpul tugas ini sy ga ngumpul sama foto-fotonya. murni cuman karangan aja.